My College BLOG Share assignment and other information for you

Thursday, 12 October 2017

Individu, Keluarga dan Masyarakat





1. Pertumbuhan Individu

1.1 Pengertian Individu

Individu adalah bagian/unit terkecil dari kelompok masyarakat yang sudah tidak bisa dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Individu berasal dari kata latin ‘individuum’ artinya yang tak terbagi atau satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.

1.2 Pengertian Pertumbuhan

pertumbuhan adalah suatu perubahan menuju ke arah yang lebih maju dan dewasa atau disebut juga dengan istilah proses. Selain itu kita mengenal konsepsi aliran sosiologi dimana ahli dari pengikut aliran ini menganggap bahwa pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi, yaitu proses perubahan sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

1.3 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan

  • Pertumbuhan Navistik
    pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
  • Pendirian Empiris dan Environmentalistik
    pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan.
  • Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
    pertumbuhan individu ditentukan oleh interaksi antara dasar (bakat) dan lingkungan.

2. Fungsi Keluarga

2.1 Pengertian Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

2.2 Macam – macam Fungsi Keluarga

• Fungsi biologis
Yaitu keluarga dapat memberikan persiapan perkawinan bagi anak-anaknya berupa pengetahuan kehidupan bereproduksi suami-istri, pengetahuan mengatur rumah tangga, pengetahuan tugas suami, memelihara pendidikan bagi anak-anak.
• Fungsi pemeliharaan
Yaitu keluarga dapat memberikan perlindungan seperti menyediakan rumah sebagai tempat berlindung, memelihara kesehatan, memberikan pengamanan dari bahaya.
• Fungsi ekonomi
Keluarga berkewajiban memberikan kebutuhan pokok seperti sandang pangan dan tempat tinggal
• Fungsi keagamaan
Yaitu keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mengamalkan ajaran-ajaran agama sebagai manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Fungsi sosial
Keluarga berperan untuk memperkenalkan nilai-nilai dan sikap yang dianut oleh masyarakat pada anak-anaknya seperti mempelajari peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak. Dalam fungsi ini keluarga diharapkan menjadi pewarisan kebudayaan atau nilai-nilai kebudayaan seperti sopan santun bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik buruknya perbuatan.

3. Individu, Keluarga dan Masyarakat

3.1 Pengertian Masyarakat

Masyarakat adalah sekumpulan individu-individu yang hidup bersama, bekerja sama untuk memperoleh kepentingan bersama yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, dan adat istiadat yang ditaati dalam lingkungannya.

3.2 Karakteristik Masyarakat

  • Memiliki wilayah tertentu.
  • Dengan secara yang kolektif menghadapi atau menghindari musuh.
  • Mempunyai cara dalam berkomunikasi.
  • Timbulnya diskriminasi warga masyarakat dan bukan warga masyarakat tersebut.
  • Setiap dari anggota masyarakat dapat bereproduksi dan beraktivitas.

3.3 Fungsi Sosial Masyarakat

Menurut Raymond Firth ada empat faktor yang penting yang dapat menunjukkan eksistensi dan fungsi sosial dari suatu masyarakat, yaitu:
  • Social Alignment, Sosial Aligment yang didalamnya termasuk juga struktur sosial dalam arti sempit, merupakan sistem pengelompokkan berdasarkan Seks, umur, kekerabatan, bentuk-bentuk perkumpulan berdasarkan pekerjaan yang sama, perkumpulan rekreasi, kedudukan atau status peranan.
  • Social Controls, Social Controls merupakan sistem dan proses yang mengatur kegiatan dan tingkah laku para anggota masyarakat. Sistem inilah yang biasanya disebut sistem pengendalian sosial yang berfungsi mengendalikan anggota-anggota Masyarakat dalam melangsungkan kehidupanya.
  • Social Media, Social Media adalah peralatan dan perlengkapan, baik yang berupa benda, maupun bahasa yang dijadikan media oleh oleh anggota-anggota masyarakat didalam melangsungkan komunikasi dan berinteraksi dengan sesamanya.
  • Social Standards, Social Standards merupakan ukuran-ukuran sosial yang digunakan untuk menentukan dan menilai seluruh kegiatan atau untuk menilai efektif tidaknya suatu kegiatan.

4. Hubungan Individu, Keluarga dan Masyarakat

Aspek individu, kelompok, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Jika tidak ada individu maka tidak ada kelompok, jika tidak ada kelompok tidak akan ada keluarga, jika tidak ada keluarga tidak akan masyarakat. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya.

5. Urbanisasi

5.1 Pengertian Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan tempat tinggal penduduk dari desa ke kota. Orang yang melakukan hal ini disebut urban. Urbanisasi dari sudut pandang sosial dapat menimbulkan masalah sosial. Masalah sosial tersebut seperti masalah ekonomi karena terlalu banyaknya penduduk di suatu tempat sehingga kekurangan bahan pangan ataupun untuk mengurangi penduduk dikarenakan padatnya penduduk sehingga menimbulkan lingkungan kumuh. Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat, hal ini tergantung daripada keadaan msyarakat yang bersangkutan.

5.2 Faktor Penarik dan Pendorong Urbanisasi

Faktor Penarik

  • Kehidupan kota yang lebih modern.
  • Sarana dan prasarana kota lebih lengkap.
  • Banyak lapangan pekerjaan di kota.
  • Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas.

Faktor Pendorong

  • Merasa tidak cocok dengan tempat tinggalnya.
  • Sarana dan prasarana tidak lengkap.
  • Kurangnya lapangan pekerjaan.
  • Lahan pertanian semakin sempit.

5.3 Dampak Positif dan Negatif Urbanisasi

Dampak Positif

  • Dapat memenuhi kebutuhan kerja dikota.
  • Mengurangi jumlah pengangguran didesa.
  • Meningkatkan taraf kehidupan penduduk desa.
  • Perekonomian dikota semakin berkembang.

Dampak Negatif

  • Meningkatnya tindak kriminalitas dikota.
  • Lalu lintas dikota sangat padat, sehingga menimbulkan kemacetan.
  • Meningkatnya pemukiman kumuh dikota.
  • Produktivitas pertanian didesa menurun.

Referensi :


Penduduk masyarakat dan kebudayaan

·      Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah suatu peningkatan populasi sewaktu-waktu, dan bisa di hitung dalam jumblah individu dengan menggunakan (Per, Waktu, Unit) untuk pengukuran. Pertumbuhan penduduk selalu menuju kepada manusia.

A.  Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk
1.  Kelahiran (NATALITAS)
Kelahiran bersifat menambah jumblah penduduk. Ada faktor yang menhambat kelahiran (no natalitas) dan mendukung kelahiran (pro natalitas).
a)  Faktor yang mendukung kelahiran(pro natalitas) antara lain:
1)     Nikah di usia muda, karna tanggapan jika terlambat nikah keluarga akan malu.
2)     Anak di anggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
3)     Anggapan banyak anak banyak rezeki.
4)     Mencegah kesepiian di dalam keluarga.
b)   Faktor penghambat kelahiran (no natalitas) antara lain:
1.        Adanya program keluarga berencana, yang membatasi jumblah anak dalam satu keluarga.
2.        Penundaan menikah sampai pendidikan selesai dan  akan mudah mendapan pekerjaan.
3.        Adanya batasan usia menikah, laki-laki minimal 19 tahun, dan wanita minimal 16 tahun.

2.  Penduduk yang datang
Penduduk dari suatu wilayah dari negara lain yang bertujuan menetap di negara kita untuk pendidikan dan pekerjaan.

·      Kebudayaan dan kepribadian
A.  Pengertian kebudayaan
Manusia di ciptakan sebagai mahluk monodualisme. Artinya manusia memiliki dua naluri yang bertentangan. Yang pertama memiliki rasa ingin berhubungan dengan manusia lain (mahluk sosial).
Dan yang ke dua tidak memiliki rasa ingin berhubungan dengan manusia lain(mahluk individu).
Secara (Etimologi), kata budaya berasal dari bahasa sangsekertah buddayahyang berarti budi atau akal, dengan kata lain kebudayaan berarti hal-hal yang bersangkutan dengan akal.
Dengan kata lain kebudayaan di dapat oleh masyarakat, yang di pelajari dari pola-pola kehidupan, pola-pola berfikir, merasakan dan bertindak.
Kebudayaan di miliki oleh semua masyarakat, tetapi budaya masyarakat dengan masyarakat lain nya pasti berbeda.
Kesimpulannya adalah, manusia yang bersatu dengan manusia lainnya di suatu wilayah akan membetuk masyarakat. Dari masyarakat ini lah akan muncul kebudayaan-kebudayaan, dari setiap masyarakat akan muncul aspek-aspek kebudayaan yang berbeda-beda. Dan kebudayaan juga di pengaruhi oleh faktor-faktor bahasa, keadaan, dan kepercayaan.

            I. Unsur-unsur kebudayaan
Kebudayaan terdiri dari dua unsuru yaitu yang besar maupun yang kecil.
a) Unsur besar dalam kebudayaan lazim di sebut curtular universal yang berarti unsur tesebut bersifat universal. Yaitu dapat di jumpai di seluruh budaya dunia. Menurut C. Kluckhonn unsur universal tersebut adalah:
1)     Peralatan dan pakaian masyarakat (pakaian, peralatan rumah tangga, alat-alat transportasi, dan sebagainya).
2)     Bahasa (lisan maupun tulisan).
3)     Sistem pengetahuan.
4)     Kesenian (seni rupa, suara, gerak, dan sebagainya)
5)     Sistem kepercayaan, mulai percaya kepada dewa sampai hal-hal mistis lainnya.
b) Unsur kecil dapat disebut juga (cultural activity). Menurut Ralph Lintoncultural activity adalah:
1)   Katifitas pertanian.
2)   Perternakan.
3)   Produksi.
4)   Distribusi.
Pertanian dapat juga dijabarkan menjadi aktivitas irigasi, membajak lahan, dan sistem hak di atas tanah.

         II. Fungsi kebudayaan bagi masyarakat
Kebudayaan memiliki fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat. Contohnya melindungi diri kekuatan alam yang tidak selalu baik bagi mereka, selain dari itu juga manusia memiliki rasa kepuasan dari spiritual maupun matrial, bila manusia sudah dapat menyesuaikan diri dengan alam sekitar serta hidup bahagia maka akan muncul keinginan dan pendapat yang di salurkan dan menjadi kesenian.
Jadi fungsi kebudayaan dapat di bagi sebagi berikut:
a)  Melindungi diri dari alam.
Hasil karya manusia melahirkan tehnologi untuk membantu manusia atau masyarakat dari alam, dan membantu manusia untuk bertahan hidup.
b) Mengatur tindakan manusia.
Dalam budaya ada norma, aturan, etika, dan adat istiadat. Yang keseluruhannya itu berfungsi untuk mengatur tindakan manusia dengan masyarakat. Dalam mengatur hubungan manusia dengan masyarakat dinamakan sebagai (disgn for living) artinya adalah kebudayaan adalah garis pokok tentang etika. Atau (blue print for behavior) yang artinya mengikuti aturan yang dilarang maupun di bolehkan.
Sebagian unsur normatif yang merupakan sebagian kebudayaan adalah:
a)   Unsur keharusan yaitu hal yang harus di lakukan seseorang.
b)  Unsur kepercayaan yaitu seperti upacara adat, upacara kematian, pernihakan, dan lain-lain.
c)   Unsur yang mengandung hal baik dan buruk di lingkungan masyarakat.
d)  Sebagai wadah perasaan.
Kebudayaan bisa berfungsi sebagai tempat mengungkapkan perasaan seseorang kepada masyarakat.

B.   Kepribadian

1) Pengertian kepribadian secara umum.
Kepribadian seseorang terbentuk karna fasilitas, jasmani, dan rohani. Selain itu juga ada sifat tempramen, karakter, dan bakat.  Sehingga itu semua dapat dikatakan sebagai sifat jasmani.

2) Kepribadian menurut beberapa ahli sosiologi.
a)    Menurut Horton (1982)
Kepribadian adalah keseluruhan dari sikap, sifat, tempramen, perasaan, dan semua itu akan terwujut menjadi prilaku. Dan semua itu akan menjadi ciri khas kepribadian bagi setiap manusia.
b)     Menurut Schever dan Lamm (1998)
Ia mendevinisikan kepribadian adalah keseluruhan dari sikap, sifat, dan ciri khas manusia.

3) Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian.
a)    Warisan biologis
Warisan biologis adalah semua harta yang dimiliki oleh gen pertama dan di berikan ke gen ke dua. Contohnya kedua orangtua yang memberikan harta berupa rumah ke anknya.
b)    Perbedaan pandangan orang zaman dahulu dengan zaman sekarang.
                                            I. Dulu orang percaya bahwa seseorang anak akan menurunkan sifat, kelakuan, krimilnaltas, dan prestasi dari orangtua nya.
                                          II. Namun pada zaman sekarang orang tua lebih percaya beberapa pakar tingkah laku, kepribadian, dan prestasi.  Yang di tentiukan dari lingkungannya.
Hal ini sangat di benarkan, pada umumnya zaman sekarang kepribadian seseorang tidak bisa ditentukan oleh dirinya sendiri, melainkan ditentukan oleh lingkungan.

·      Kebudayaan Barat
Kebudayaan barat kadang-kadang disamakan dengan peradaban eropa dan barat yang mengacu pada budaya eropa, bisa di katakan budaya yang moderen untuk saat ini. Budaya barat sangat luas yang memicu pada warisan norma-norma sosial, etika, adat istiadat, agama, dan sistem politik.
Ø Pengaruh budaya kelasik Yunani-Rom berkaitan dengatn tema-tema dna tradisi kesenian.
Ø Pengaruh kebudayaan kristian dan sejarah dalam pengertian spiritual, adat resam, dan tradisi etnik atau moral.
Budaya barat juga berkenan dengan negara-negara yang kuat dengan penghijrahan dan pendudukan kaum-kaum eropa dalam sejarah.
Catatan bersejarah dalam kebudayaan moderen bermula dari Yunani kuno dan Rom kuno, selepas itu tersebar luas ke seluruh dunia oleh empayer_empayer Eropa yang menyebarkan cara hidup dan pendidikan eropa mulai abat ke16 sampai abat ke20. Kebudayaan Eropa berkembang sangat pesat pada zaman pertengahan.
Dampak positif dari perkembangan kebudayaan barat bisa dilihat dari tehnologi yang di ciptakan oleh kebanyakan orang barat terbukti dapat membantu atau mempermudah pekerjaan sehari-hari.
Dampak negatif budaya barat yang masuk ke indonesia bisa di lihat dari cara berpakaian dan pergaulan saat ini. Timbulnya tehnologi yang semakin canggih juga memcu dampak negatif. Contohnya danpak negatif pada lingkungan yang menganut kebebasan berfikir yang berlebihan sehingga orang tidak berfikir lebih dalam untuk melakukan hal yang dia pikirkan.

K


Monday, 2 October 2017

ISD ( Ilmu Sosial Dasar ) sebagai MKDU


Pengertian ISD

           Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang menela’ah masalah sosial yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. pengetahuan yg menelaah masalah-masalah sosial

Referensi : http://izzati-site.blogspot.co.id/2012/09/makalah-pengertian-dan-ruang-lingkup.html


Tujuan ISD

  1. Memahami dan menyadari adanya masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
  2. Warga Indonesia memiliki sikap dan tingkah laku yang baik dalam masyarakat. agar tidak terjadi keributan ataupun kericuhan.
  3. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha mencegah dan menanggulanginya.


Ruang Lingkup ISD

  1. Adanya berbagai aspek pada kenyataan bersama yang merupakan suatu masalah sosial.
  2. Hakekat manusia yang universal (satu) tetapi beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing masing zaman dan tempat dalam melihat dan menanggapi lingkungan alam, sosial dan budaya dengan adanya kesamaan dan perbedaan yang diekspresikan dalam bentuk dan corak ungkapan pikiran, perasaan, dan tingkah laku serta hasil kelakuannya.
Referensi : http://izzati-site.blogspot.co.id/2012/09/makalah-pengertian-dan-ruang-lingkup.html