Saturday, 20 January 2018

Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

Masyarakat atau dalam bahasa inggris disebut society adalah sebuah kelompok manusia yang berada dan menempati suatu wilayah yang juga membentuk interaksi antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Seseorang tidak dapat hidup sendiri karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial makanya terbentuklah masyarakat. Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

A. ASPEK - ASPEK MASYARAKAT PERKOTAAN

Masyarakat perkotaan umumnya adalah masyarakat dari desa yang berpindah ke kota besar karena alasan tertentu, atau biasa kita kenal dengan urbanisasi. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karena terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.

Mereka datang ke kota dengan berbagai kepentingan dan tujuan seperti tuntutan pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain. Lahan pemukiman di kota relatif sempit dibandingkan di desa karena jumlah penduduknya yang relatif besar maka mata pencaharian yang cocok adalah disektor formal seperti pegawai negeri, pegawai swasta dan di sektor non-formal seperti pedagang, bidang jasa dan sebagainya. Sektor pertanian kurang tepat dikerjakan di kota karena luas lahan menjadi masalah apabila ada yang bertani maka dilakukan secara hidroponik. Kondisi kota membentuk pola perilaku yang berbeda dengan di desa, yaitu serba praktis dan realistis.

Ciri-ciri masyarakat kota (urban) antara lain :
  1. Kehidupan keagamaan mulai berkurang, karena cara berpikir yang rasional dan cenderung sekuler
  2. Sikap mandiri dan tidak bergantung pada orang lain sehingga malah lebih cenderung individualis
  3. Pembagian kerja sangat jelas dan tegas berdasarkan tingkat kemampuan/ keahlian
  4. Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi antar warga berdasarkan kepentingan.
  5. Sangat menghargai waktu sehingga perlu adanya perencanaan yang matang.
  6. Masyarakat cerderung terbuka terhadap perubahan didaerah tertentu (slum) 
  7. Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi
  8. Kontrol sosial antar warga relatif rendah
  9. Kehidupan bersifat non agraris dan menuju kepada spesialisasi keterampilan
  10. Mobilitas sosialnya sangat tinggi karena penduduknya bersifat dinamis, memamanfaatkan waktu dan kesempatan, kreatif, dan inovatif.
  11. Tingkat/kesenjangan sosial jelas terlihat.


Aspek positif masyarakat perkotaan antara lain :
  • Perubahan tata nilai dan sikap.
  • Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Tingkat kehidupan yang lebih baik.
Aspek negatif masyarakat perkotaan antara lain :
  • Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota.
  • Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat, agar tidak disusul dengan masalah lainnya.
  • Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak, maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.
  • Dalam rangka pemekaran kota, harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya

B. ASPEK - ASPEK MASYARAKAT PEDESAAN

Masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat. yang menguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.

Ciri-ciri masyarakat desa antara lain sebagai berikut:
  • Sistem kehidupan umumnya bersifat kelompok dengan dasar kekelurgaan (paguyuban). 
  • Masyarakat bersifat homogeny seperti dalam hal mata pencahariaan, agama dan adat istiadat.
  • Diantara warga desa mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar batas wilayahnya.
  • Mata pencahariaan utama para penduduk biasanya bertani.
  • Faktor geografis sangat berpengaruh terhadapa corak kehidupan masyarakat. 
  • Jarak antara tempat bekerja tidak terlalu jauh dari tempat tinggal.

C. URBANISASI

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk yang asalnya dari pedesaan menuju ke perkotaan. Perpindahan penduduk ini bertujuan untuk mencari pekerjaan dan menetap. Sedikitnya lapangan pekerjaan serta fasilitas penunjang di pedesaan serta tidak meratanya pembangunan diberbagai daerah menjadi salah satu dari sekian banyak faktor pemicu terjadinya hal tersebut. Faktor lain yang turut mempengaruhi terjadinya kegiatan Urbanisasi adalah ajakan dari teman, informasi di media masa, terdesaknya kebutuhan ekonomi, ingin mendapatkan uang yang banyak dan masih banyak lagi yang lainnya.

Faktor Penarik Urbanisasi :
  • Kehidupan kota yang lebih modern dan canggih.
  • Sarana dan prasarana di kota lebih lengkap dan memadai untuk mengembangkan diri.
  • Banyak tersedia lapangan kerja yang jauh lebih baik daripada di desa.
  • Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi yang tingkat pendidikannya lebih baik dan sarana prasarananya juga lebih lengkap di kota.
Faktor Pendorong Urbanisasi :
  • Lahan pertanian semakin sempit dan semakin sulit mendapat hasil panen
  • Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  • Kurangnya lapangan pekerjaan di daerah pedesaan
  • Himpitan ekonomi sehingga harus mencari pekerjaan yang lebih baik di kota
  • Keterbatasan sarana dan prasarana di desa
  • Upah kerja yang lebih tinggi dan lebih mudah kerjanya

0 comments:

Post a Comment