Friday, 3 November 2017

Pemuda dan Sosialisasi

A.   Internalisasi, belajar dan Spesialisasi
Dari ketiga kata tersebut memiliki definisi yang serupa, yaitu melalui interaksi sosial. Internalisasi mengarah pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma tersebut. Belajar lebih mengarah pada tingkah laku, yang sebelumnya tidak bisa menjadi bisa karena pelajaran tersebut. Spesialisasi mengarah pada keahlian yang telah dimiliki seseorang.

            Dalam menjalankan kidupan kita tidak jauh dari bersosialisasi dengan individu lain, perbedaan dari karakter setiap individu berbeda-beda satu sama lain, dan itu yang menjadi indentitas dari individu tersebut, tindakan-tindakan yang di ambil dari antar individu berbeda-beda, suatu tindakan terdapat dua golongan yaitu tindakan positif dan tindakan negatif, contoh tindakan positif yaitu mengikuti norma-norma yang ada, contoh tindakan negatif yaitu melanggar norma-norma.

Setiap individu akan mengambil tindakan entah itu positif atau negatif  dan akan memikirkan tindakannya tersebut, dari pemikirannya tersebut indiviidu akn belajar apa itu hidup bersosialisasi dan norma kehidupan, dari pembelajarannya tersebut individu akan mendapatkan spesialisasi untuk menempatkan dirinya dalam bersosialisasi.

Sebagai individu harus menaati norma-norma yang ada, setiap individu pasti melalui pejaran dalam tindakannya lalu mendapatkan keahlian untuk mengambil keputusan atau tindakan yang sesuai dengan norma-norma.


B.   Pemuda dan identitas

Pemuda adalah manusia yang berusia 15-30 tahun, secara biologis masusia yang sudah menunjukan tanda-tanda perubahan fisik. Dalam agama manusia yang sudah dewasa di tandai dengan aqil baligh, laki-laki biasanya mimpi basah dan untuk perempuan telah haid.

Pemuda adalah generasi yang terbebani bermacam-macam harapan, terutama sebagai penerus bangsa yang bijak dan mengikuti norma-norma.

Macam-macam pemuda yang di ringkas dalam identitas perannya dalam masyarakat : 

a)    Pemuda urakan

Pemuda yang tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam masyarakat dan kebudayaannya, akan tetapi pemuda ini ingin memiliki kebebasan untuk dirinya sendiri, dan menjalankan kehendaknya sendiri.

b)    Pemuda nakal

Pemuda ini hanya berusaha mendapatkan manfaat dari masyarakat dengan tindakan yang menguntungkan bagi mereka dan merugikan bagi masyarakat.

c)    Pemuda radikal

Pemuda yang berkeinginan mengadakan perubahan, mereka jarang sekali puas dan jarang sekali menerima kenyataan yang mereka hadapi.

d)    Pemuda soleh

Pemuda yang kesehariannya bertegang teguh pada agamanya dan menjalankan perintahnya dan menjauhi semua larangannya.


C.   Perguruan dan pendidikan

Di Indonesia perguruan dapat berbentuk akademi, institute, universitas, politeknik, dan sekolah tinggi. Perguruan tinggi dapat menyeelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan fokas dengan program pendidikan diploma, sarjana, magister, doctor, dan spesialis.

Setiap perguruan tinggi di Indonesia harus memiliki badan hokum pendidikan yang berfungsi memberikan pelayanan dan pendidikan yang bermutu kepada peserta didik. Berprinsip nirlaba dan mengelola dana secara mandiri untuk memajukan pendidikan nasional.

·         Perguruan tinggi negri di Indonesia

Perguruan negri di Indonesia di kelola oleh kementrian riset, tehnologi, dan pendidikan tinggi Indonesia.

·         Perguruan tinggi swasta di Indonesia

perguruan tinggi swasta di Indonesia di kelola oleh masyarakat dengan undang-undang yang berlaku, bimbingan dan penyelenggaraan pendidikan atas perguruan tinggi swasta pada mulanya dilaukan oleh lembaga perguruan tinggi swasta.

Pendidikan

pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan dan keterampilan yang di turunkan dari satu generasi ke generasi berikunya, melalui pengajaran, pelatihan, ataupun penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, ada juga yang tanpa bimbingan yang di sebut autodidak. Kata pendidikan berasal dari bahasa latin yaitu educare, yang berarti menuntun atau mengarahkan. Setiap pengalaman yang didapat memiliki efek romatif pada cara orang berfikir itu dapat di sebut juga pendidikan.


Pendidikan memiliki tahapan tahapan tertentu, seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah menengah atas, dan lalu perguruan tinggi atau universitas.
Bentuk pendidikan dengan hadir ke sekolah saat ini mulai tidak di minati oleh orang tua, dan lebih memilih untuk homeschooling.

Filosofi pendidikan

Pendidikan biasanya dimulai saat bayi di lahirkan sampai se umur hidup nya, keluarga mempunyai pengajaran yang sangat mendalam walaupun sering kali lebih mendalam saat disadari oleh mereka.

Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt berkaitan dengan fungsi yang nyata

·         Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
·         Mengembangkan bakat individu demi kepentingan pribadi dan masyarakat.
·         Melestarikan kebudayaan.
·         Menananmkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi

Fungsi lain dari lembaga pendidikan

·Mengurangi pengendalian orangtua melalui pendidikan sekolah, orangtua melimpakan
    tugas dan wewenang dalam mendidik anak kepada sekolah.
·Menyediakan sarana untuk pembangunan. Sekolah memiliki potensi menanamkan nilai
    pembangkangan di masyarakt, hal ini tercermin pada bedanya pandangan antara
    sekolah dan masyarakat tentang suatu hal.
·Memperpnajang masa remaja. Pendidikan sekolah juga dapan memperlambat anak
    untuk dewasa karena masih bergantung masalah ekonomi dengan orang tua.

Daftar Pustaka :

                     https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan


0 comments:

Post a Comment