A. Internalisasi, belajar dan
Spesialisasi
Dari
ketiga kata tersebut memiliki definisi yang serupa, yaitu melalui interaksi sosial.
Internalisasi mengarah pada norma-norma individu yang menginternalisasikan
norma-norma tersebut. Belajar lebih mengarah pada tingkah laku, yang sebelumnya
tidak bisa menjadi bisa karena pelajaran tersebut. Spesialisasi mengarah pada
keahlian yang telah dimiliki seseorang.
Dalam menjalankan kidupan kita tidak
jauh dari bersosialisasi dengan individu lain, perbedaan dari karakter setiap
individu berbeda-beda satu sama lain, dan itu yang menjadi indentitas dari
individu tersebut, tindakan-tindakan yang di ambil dari antar individu
berbeda-beda, suatu tindakan terdapat dua golongan yaitu tindakan positif dan
tindakan negatif, contoh tindakan positif yaitu mengikuti norma-norma yang ada,
contoh tindakan negatif yaitu melanggar norma-norma.
Setiap
individu akan mengambil tindakan entah itu positif atau negatif dan akan
memikirkan tindakannya tersebut, dari pemikirannya tersebut indiviidu akn
belajar apa itu hidup bersosialisasi dan norma kehidupan, dari pembelajarannya
tersebut individu akan mendapatkan spesialisasi untuk menempatkan dirinya dalam
bersosialisasi.
Sebagai
individu harus menaati norma-norma yang ada, setiap individu pasti melalui
pejaran dalam tindakannya lalu mendapatkan keahlian untuk mengambil keputusan
atau tindakan yang sesuai dengan norma-norma.
B.
Pemuda dan identitas
Pemuda
adalah manusia yang berusia 15-30 tahun, secara biologis masusia yang sudah
menunjukan tanda-tanda perubahan fisik. Dalam agama manusia yang sudah dewasa
di tandai dengan aqil baligh, laki-laki biasanya mimpi basah dan untuk
perempuan telah haid.
Pemuda
adalah generasi yang terbebani bermacam-macam harapan, terutama sebagai penerus
bangsa yang bijak dan mengikuti norma-norma.
Macam-macam pemuda yang di
ringkas dalam identitas perannya dalam masyarakat :
a) Pemuda urakan
Pemuda yang tidak bermaksud untuk mengadakan
perubahan-perubahan dalam masyarakat dan kebudayaannya, akan tetapi pemuda ini
ingin memiliki kebebasan untuk dirinya sendiri, dan menjalankan kehendaknya
sendiri.
b) Pemuda nakal
Pemuda ini hanya berusaha mendapatkan manfaat
dari masyarakat dengan tindakan yang menguntungkan bagi mereka dan merugikan
bagi masyarakat.
c) Pemuda radikal
Pemuda yang berkeinginan mengadakan perubahan,
mereka jarang sekali puas dan jarang sekali menerima kenyataan yang mereka
hadapi.
d) Pemuda soleh
Pemuda yang kesehariannya bertegang teguh
pada agamanya dan menjalankan perintahnya dan menjauhi semua larangannya.
C.
Perguruan dan pendidikan
Di
Indonesia perguruan dapat berbentuk akademi, institute, universitas,
politeknik, dan sekolah tinggi. Perguruan tinggi dapat menyeelenggarakan
pendidikan akademik, profesi, dan fokas dengan program pendidikan diploma,
sarjana, magister, doctor, dan spesialis.
Setiap
perguruan tinggi di Indonesia harus memiliki badan hokum pendidikan yang
berfungsi memberikan pelayanan dan pendidikan yang bermutu kepada peserta
didik. Berprinsip nirlaba dan mengelola dana secara mandiri untuk memajukan
pendidikan nasional.
·
Perguruan tinggi negri di Indonesia
Perguruan negri di Indonesia di kelola oleh
kementrian riset, tehnologi, dan pendidikan tinggi Indonesia.
·
Perguruan tinggi swasta di Indonesia
perguruan tinggi swasta di Indonesia di
kelola oleh masyarakat dengan undang-undang yang berlaku, bimbingan dan
penyelenggaraan pendidikan atas perguruan tinggi swasta pada mulanya dilaukan
oleh lembaga perguruan tinggi swasta.
Pendidikan
pendidikan
adalah pembelajaran pengetahuan dan keterampilan yang di turunkan dari satu
generasi ke generasi berikunya, melalui pengajaran, pelatihan, ataupun
penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, ada juga
yang tanpa bimbingan yang di sebut autodidak. Kata pendidikan
berasal dari bahasa latin yaitu educare,
yang berarti menuntun atau mengarahkan. Setiap pengalaman yang didapat memiliki
efek romatif pada cara orang berfikir itu dapat di sebut juga pendidikan.
Pendidikan
memiliki tahapan tahapan tertentu, seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah
menengah, sekolah menengah atas, dan lalu perguruan tinggi atau universitas.
Bentuk pendidikan dengan
hadir ke sekolah saat ini mulai tidak di minati oleh orang tua, dan lebih
memilih untuk homeschooling.
Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya dimulai
saat bayi di lahirkan sampai se umur hidup nya, keluarga mempunyai pengajaran
yang sangat mendalam walaupun sering kali lebih mendalam saat disadari oleh
mereka.
Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt
berkaitan dengan fungsi yang nyata
·
Mempersiapkan
anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
·
Mengembangkan
bakat individu demi kepentingan pribadi dan masyarakat.
·
Melestarikan
kebudayaan.
·
Menananmkan
keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi
Fungsi lain dari lembaga
pendidikan
·Mengurangi
pengendalian orangtua melalui pendidikan sekolah, orangtua melimpakan
tugas dan
wewenang dalam mendidik anak kepada sekolah.
·Menyediakan
sarana untuk pembangunan. Sekolah memiliki potensi menanamkan nilai
pembangkangan di masyarakt, hal ini tercermin pada bedanya pandangan antara
sekolah dan masyarakat tentang suatu hal.
·Memperpnajang
masa remaja. Pendidikan sekolah juga dapan memperlambat anak
untuk dewasa
karena masih bergantung masalah ekonomi dengan orang tua.
Daftar Pustaka :
Daftar Pustaka :
1.
Refrensi : https://strafaelyudistira.wordpress.com/2012/11/09/internalisasi-belajar-dan-spesialisasi/
3. Refrensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Perguruan_tinggi
0 comments:
Post a Comment